LogoWeb4

*** TERIMA KASIH UNTUK TIDAK MEMBERIKAN IMBALAN DALAM BENTUK APAPUN KEPADA APARATUR PENGADILAN TINGGI AGAMA BANTEN. WASPADA TERHADAP MODUS PENIPUAN YANG MENGATASNAMAKAN PIMPINAN, HAKIM, PEJABAT DAN SELURUH PEGAWAI PENGADILAN TINGGI AGAMA BANTEN DALAM PELAKSANAAN PELAYANAN ***

Ditulis oleh Haity Mella Resita, S.T. on . Dilihat: 24

APEL PAGI PTA BANTEN: BUDAYA MALU DAN KEJUJURAN SEBAGAI LANDASAN KINERJA

Apel_0505.jpeg

Senin, 5 Mei 2025, Pengadilan Tinggi Agama Banten melaksanakan apel pagi yang diikuti oleh seluruh aparatur di lingkungan PTA Banten. Apel pagi ini dipimpin langsung oleh Wakil Ketua PTA Banten, Drs. H. Pandi, S.H., M.H., selaku pembina apel.

Dalam amanatnya, beliau menyampaikan pentingnya semangat perbaikan diri yang berkelanjutan, dengan menekankan prinsip bahwa hari ini harus lebih baik dari kemarin, dan hari esok harus lebih baik dari hari ini. Prinsip ini menjadi fondasi bagi setiap aparatur dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya, baik dalam aspek profesionalitas maupun integritas.

Beliau juga menegaskan pentingnya implementasi budaya malu, terutama dalam konteks kedisiplinan, tanggung jawab, dan integritas dalam bekerja. Budaya malu melakukan kesalahan, malu melanggar aturan, dan malu tidak memberikan yang terbaik bagi lembaga, harus terus dibangun dan ditanamkan dalam setiap individu.

Kejujuran dan integritas menjadi nilai utama yang tidak bisa ditawar. Keduanya adalah pilar utama dalam membentuk aparatur yang profesional dan berakhlak. Tanpa keduanya, kinerja yang dihasilkan akan jauh dari kepercayaan masyarakat.

Beliau juga menyinggung pentingnya konsistensi dalam memahami dan menerapkan aturan yang berlaku. Tidak cukup hanya mengetahui aturan, tetapi juga harus berkomitmen dalam menjalankannya secara konsisten, tanpa pandang bulu dan tanpa pengecualian.

Terkait mekanisme kerja, beliau mengingatkan bahwa pengajuan izin atau cuti harus dilakukan terlebih dahulu sesuai prosedur. Jangan membiasakan diri dengan tindakan-tindakan yang tidak sesuai mekanisme. Prosedur yang benar wajib dijalankan untuk menjaga tertib administrasi dan profesionalitas lembaga.

Kesalahan yang dibiarkan terus-menerus akan dianggap sebagai kebenaran. Oleh karena itu, beliau mengajak seluruh aparatur untuk tidak membiarkan kesalahan kecil menjadi kebiasaan yang keliru. Jangan membiasakan yang salah, dan jangan menyalahkan yang sudah benar.

Sebagai penutup, Wakil Ketua PTA Banten mengajak seluruh aparatur untuk terus meningkatkan kinerja, menjaga kekompakan, dan memperkuat integritas sebagai bagian dari pembangunan zona integritas menuju wilayah bebas dari korupsi (WBK).

Add comment

Security code
Refresh


| PTA BANTEN, JAWARA HEBAT & BERMARTABAT

Hubungi Kami

gedung pta
Pengadilan Tinggi Agama Banten
Jl. Raya Pandeglang KM.7, Kel. Tembong
Kec. Cipocok Jaya, Kota Serang-  42126
Prov. Banten
Telp: 0254-251485
Fax: 0254-251484
Email : [email protected]
maps1 Lokasi Kantor

Web ig face you